RyoKai
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 18, 2021
"Kai, lihat aku dan tatap mataku," kata Ryoda menatap Kai yang masih menundukkan wajahnya. Kai ragu-ragu mendongakkan kepalanya, Dirinya merasa malu menatap Ryoda yang sedari tadi terus memandangi wajahnya. Mata mereka saling bertemu, luapan rasa cinta bersinar dalam tatapan mata keduanya. "Jangan pernah menghindari tatapan dariku. Dirimu tidak perlu merasa malu saat bertatapan denganku. Kau tau, wajahmu begitu cantik lebih dari cantiknya dunia ini. Matamu pun indah lebih indah dari kerlipan bintang di langit ini, bagiku dirimu adalah yang paling sempurna di dunia ini," ujar Ryoda penuh ketulusan. Wajah Kai merona seperti tomat matang, Dirinya merasa sangat malu sekaligus bahagia mendengar ketulusan hati dari Ryoda. Senyum di bibirnya terus mengembang indah seperti bunga mekar yang tak akan pernah layu. "Banyak hal indah di dunia ini, namun bertemu denganmu adalah hal yang paling indah bagiku. Aku akan terus menjaga dan melindungi dirimu sebesar rasa cintaku terhadap dirimu. Kai aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu," lanjut Ryoda, memeluk Kai erat. Kai membalas pelukan dari Ryoda, Dirinya sungguh sangat merasa senang dan bersyukur atas kebahagiaan yang diberikan Tuhan pada Dirinya saat ini. "Aku pun juga mencintai Dirimu. Ryoda i love you."[]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complicated | Halilintar x Reader
  • 𝕿𝖍𝖊 𝕶𝖎𝖓𝖌 [𝓨𝓾𝓰𝓲 𝓐𝓶𝓪𝓷𝓮 × 𝓻𝓮𝓪𝓭𝓮𝓻𝓼]
  • Langit Tak Bertemu Bumi
  • Cause We are Family
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Thank You ( Kim Taehyung ).
  • Without Love?
  • [End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba
  • Oni
  • The Love Story" Kurus & Mancung"

Perasaan manusia adalah hal yang rumit untuk dipahami. Semakin keras usaha dalam memahaminya, maka semakin membingungkan pula urusan yang harus diselesaikan. Semakin lama semakin larut dalam ketidaknyamanan. Perasaan yang menggebu-gebu disaat wanita itu mendekatinya. Tak ada kepastian dari logika, tentang perasaan yang dirasakannya. Kemurkaan? Kebencian? Kecintaan? Tak heran, jika amarah dan cinta itu diumpamakan sebagai satu warna yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines