Revan Renaldi [HIATUS]

Revan Renaldi [HIATUS]

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 17, 2022
"kita kan sama-sama terus, kenapa ga jadian?" Tanya Arana dengan wajah ceria nya. "Lo mau kita pacaran?" Revan kembali bertanya dengan senyum manis, dan Arana mengangguk dengan semangat. "NGIMPI!" Ketus Revan kemudian kembali dengan wajah datarnya. Dan arana pun langsung manyun. Arana friscilla gadis hiperaktif yang mengidolakan sosok laki-laki berprestasi namun di kenal cuek, Revan renaldi. Tiada hari tanpa Revan dalam kamusnya, hanya Revan, Revan, Revan. Begitulah Arana.Saat Arana sibuk memperhatikan Revan, beda dengan Revan yang selalu sibuk memperhatikan buku-buku pelajaran.
All Rights Reserved
#971
famous
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Bad VS Spoilt
  • DAKSA [END]
  • Akhir dari Kita[END]
  • RALINE
  • Deru Tresna Aruna
  • COMPLICATED
  • ANNAYYARA (On going)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines