11 MIPA 1

11 MIPA 1

  • WpView
    Membaca 510
  • WpVote
    Vote 276
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 12, 2021
orang lain menganggap kelas MIPA 1 sebagai kelas yang ambisius ,tidak mau berbaur dengan orang lain dan terkesan acuh tak acuh terhadap sekitar. Namun orang lain tidak tau bahwa, kelas MIPA 1 ini yang di juluki si kelas "ambisius" hampir 24/7 nya adalah murid murid yang aneh , random , dan banyak tingkah (bar bar). Disinilah gue berada , Nayyara Almahyra tentang kisah SMA gue dari mulai persahabatan dan percintaan 'friendszone' yang gue alami . Nayyara Almahyra ... Ini cerita pertama aku , kalau ada salah kata ,typo dan kesalahan tanda baca mohon di maklumi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#803
teman
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lantas (END)
  • You Are My Best Friend
  • Elvina [COMPLETED]
  • Gula - Gula
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • BarraKilla
  • CLAP WITH ONE HAND (End)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • MEIRA'S s e c r e t !!!

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan