Lembayung Senja

Lembayung Senja

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 27, 2022
Lembayung masih remaja kala itu. Dia pikir, semua hal dalam angannya bisa digapai dengan mudah. Tapi setahun kemudian dia berulang tahun, usianya menjadi 20. Dia mulai kenal dengan kata 'tumbuh dan dewasa'. Akhirnya dia sadar, dunia yang dia pijak, bukan negeri dongeng yang sering dia kunjungi dalam mimpinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • I Love You, Winter! [End]
  • Eighteen ✅️ [LENGKAP]
  • [✓] The Right Heartbeat
  • Permata
  • Both of Us ft NOREN
  • SECOND LOVE- HUANG RENJUN
  • 𝐙𝐞𝐥𝐞𝐧𝐚✓
  • PERFECT HUSBAND [END]
  • Laut Kasih | Mark Lee [End]

"Thank you for being a cherished chapter in my journey, and thank you for graciously including me in the beautiful story of yours." *** 19 tahun usianya kala itu saat desakan keluarga dan keadaan mengharuskannya untuk pergi dari rumah dan mempertanggung jawabkan atas kesalahan yang dia lakukan bersama dengan prianya. Keberkahan yang dilabeli tittle salah karena tak sengaja mengizinkan satu nyawa kecil untuk tinggal didalam perut. Tidak mudah. Susah. Guncangan besar baginya diusia muda karena dituntut untuk mengurusi keluarga itu membuat dia seperti mendapat kejatuhan hingga dia tenggelam dalam lautan tanggungjawab jawab besar. Membesarkan bayi itu tidak mudah. Merawat nyawa kecil yang berisik setiap saat itu tidak mudah. Menjadi ibu muda itu tidak mudah. Mengorbankan banyak mimpi dan hidup dalam hunian dengan nama keluarga baru yang sedang berusaha mekar juga tidak mudah. Tetapi di atas segala ketidakmudahan yang mengikat selalu saja ditemukan, dirasakan, dan didapati bagaimana alirasan perasaan hangat setiap kali dia melihat bagaimana prianya dan bayi kecil itu tersenyum dan memanggil dirinya kompak dengan sebutan; rumah. Sampai akhirnya dia bisa lepas dan ringan mengakui bahwa memang seperti inilah jalan hidup yang harus ditempuhnya. Seperti ini alur garis takdir-takdir Tuhan yang diperuntukkan untukknya. Membina keluarga lebih awal yang awalnya tak dia inginkan, malah seiring waktu berkembang menjadi keluarga besar yang banyak menebar hangat dan kebahagiaan untuk banyak orang. Start: 150723 End: 170923

More details
WpActionLinkContent Guidelines