Tentang Rindu

Tentang Rindu

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 19, 2021
Menyoal rindu ia bisa saja menjadi candu,yang siap datang dimana saja, kapan saja,dan oleh siapa saja. Banyak yang bilang kalau obat dari kerinduan adalah bertemu,tapi sayang nampak nya tak semua orang bisa bertemu kala rindu hatinya yang menggebu- gebu. Sesekali kita harus kuat dan sabar untuk menghapus rindu tersebut,membuang nya jauh jauh karena kita sendiri tau, rindu itu sedang hadir tidak pada tempatnya. Jarak dan waktu bisa saja menjadi sebagai musuh terbesar dalam kerinduan,namun jangan pernah salahkan keduanya karna waktu dan jarak tak pernah tau apa apa menyoal rindu yang datang. Kenapa aku memilih untuk diam membisu? Apa karena masa lalu ku yang katanya biarlah berlalu?? Aku masih ingat saat kamu mengatakan hal itu,tanpa peduli ada hati yang masih setia menunggumu,kamu tak tau jika aku masih benar benar mengharapkanmu,Entah kepada siapa akan memberi restu,tapi kuharap itu " Kamu". Namun sepertinya ada hati yang masih saja malu untuk menyatakannya terlebih dahulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Cerita Tentang Kita
  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • Remaja
  • You're Here, But Not For Me
  • The Shackles Of Past Story
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines