Tentang Rindu

Tentang Rindu

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 19, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Menyoal rindu ia bisa saja menjadi candu,yang siap datang dimana saja, kapan saja,dan oleh siapa saja. Banyak yang bilang kalau obat dari kerinduan adalah bertemu,tapi sayang nampak nya tak semua orang bisa bertemu kala rindu hatinya yang menggebu- gebu. Sesekali kita harus kuat dan sabar untuk menghapus rindu tersebut,membuang nya jauh jauh karena kita sendiri tau, rindu itu sedang hadir tidak pada tempatnya. Jarak dan waktu bisa saja menjadi sebagai musuh terbesar dalam kerinduan,namun jangan pernah salahkan keduanya karna waktu dan jarak tak pernah tau apa apa menyoal rindu yang datang. Kenapa aku memilih untuk diam membisu? Apa karena masa lalu ku yang katanya biarlah berlalu?? Aku masih ingat saat kamu mengatakan hal itu,tanpa peduli ada hati yang masih setia menunggumu,kamu tak tau jika aku masih benar benar mengharapkanmu,Entah kepada siapa akan memberi restu,tapi kuharap itu " Kamu". Namun sepertinya ada hati yang masih saja malu untuk menyatakannya terlebih dahulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sekali Lagi (End)
  • Remaja
  • The Shackles Of Past Story
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Cerita Tentang Kita
  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • You're Here, But Not For Me

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines