Kutukan Rambut Iblis

Kutukan Rambut Iblis

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 28, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
Seorang gadis bernama Ellen dan Ethan, adiknya, harus berjuang menghadapi kutukan yang tersemat padanya. Hidupnya yang susah semenjak ditinggal meninggal dunia kedua orangtuanya ditambah masalah ini akhirnya membuat Ellen dan Ethan merasakan apa arti keluarga sesungguhnya.
All Rights Reserved
#67
mimpiburuk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Boneka Tua Pembawa Kutukan
  • CERITA HOROR : Wasiat Di Balik Cermin
  • Kutukan Tumbal
  • Pancasona #WRITONwithCWBP
  • Ave Satanas (Terpujilah Setan) [TAMAT]
  • Si Kembar di dalam buku
  • 11:11PM
  • Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas)
  • 1. Imah Leuweung - Rumah Hutan
  • 00:44 TENGAH MALAM PERTAMA

Rina, seorang gadis SMA berusia 17 tahun, baru saja pindah ke rumah tua milik neneknya yang telah meninggal. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu, ada yang terasa aneh-sebuah suasana mencekam yang tak bisa dijelaskan. Semuanya mulai saat ia menemukan sebuah boneka tua di gudang yang telah terkunci rapat selama bertahun-tahun. Boneka itu bukan hanya sekadar benda biasa. Ada kutukan kuno yang menyertainya, dan siapa pun yang menyentuhnya akan terkena balasan kematian yang mengerikan. Di malam yang sunyi, suara langkah kaki yang tak terlihat, bisikan misterius, dan kejadian-kejadian aneh mulai menghantui Rina. Tak hanya itu, setiap orang yang dekat dengannya mulai mengalami nasib buruk. Rina pun terjebak dalam permainan teror yang tak dapat dia hindari. Di balik kutukan itu, tersembunyi misteri tentang kematian neneknya yang sebenarnya dan hubungan Rina dengan roh yang terperangkap dalam boneka. Apakah Rina akan mampu melepaskan diri dari kutukan tersebut, ataukah ia akan menjadi korban berikutnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines