Benang Merah

Benang Merah

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 19, 2021
Aku biarkan ia bercerita sepuasnya. Cerita tentang kepercayaannya akan benang merah. Bahwa katanya di setiap jari kelingking kiri wanita telah terikat simpul benang merah tak kasat mata yang tersambung pada jari kelingking seorang pria. Pria itulah yang akan menjadi jodohnya. Sara bilang ia bisa melihat bahwa benang merah di jari kelingking kirinya tersambung pada jari kelingking kanan Ivan. Pertama aku ingin tertawa. Benang merah..., gumamku dalam hati, kok hari gini cewek cantik dan cerdas macam Sara masih percaya begituan?
All Rights Reserved
#58
city
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Akai Ito - 赤い糸 (Complete)
  • Di Antara Simpul yang Tak Terlihat
  • Blue String - END (Terbit)
  • LOVE GREET Seri 2 : You Are My Destiny #Y.A.M.D
  • Akai Ito
  • Red String [Yizhan]
  • Terikat Oleh Benang-benang Waktu
  • Kayla dan Rahasia
  • Connecting Red Yarn
  • Red Thread(√)

"Apakah kalian percaya takdir?" tanya Raka. Dua gadis kecil di sampingnya hanya terbengong mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Raka. Seorang gadis kecil dengan rambut sebahu dan pita kecil yang menghiasi sisi kanan rambutnya itupun menjawab. "Aku percaya Raka. Aku percaya bahwa takdir itu ada sama dengan bagaimana aku percaya bahwa Allah itu ada. Suatu saat nanti jika kita bertiga nantinya terpisah jauh dalam waktu yang lama dan kemudian kita di pertemukan lagi itu berarti takdir yang Allah gariskan memang seperti itu," jelas Naura. "Aku tidak sependapat denganmu," jelas Raysa. "Kenapa?" keduanya baik Raka dan Naura pun menoleh mendengan penuturan gadis dengan rambut ikal itu. "Menurutku itu bukan takdir hanya kebetulan saja,"tutur Raysa. "Menurutmu begitu?" tanya Naura tapi yang ditanya tak menjawab dan hanya menggelengkan kepala saja. "Kalau kau Raka?" "Aku... Kalau aku percaya dengan takdir sama sepertimu. Menurutku manusia di dunia ini terhubung oleh benang merah takdir. Begitu pula jodoh, kita terhubung dengannya oleh benang merah takdir...," jelas Raka. Mereka bertiga pun terdiam dalam pemikirannya masing-masing sembari menatap senja di atas cakrawala yang tak berbatas. Ketiganya berpisah saat orang tua mereka memanggil nama mereka dan mengajak mereka pulang ke rumah masing-masing. Ketika malam menjelang sebelum tidur Naura membuka bantal tempat ia berbaring. Ada sebuah gelang kecil seukuran tangannya yang terbuat dari benang berwarna merah. "Apakah itu maksudnya kamu menyelipkan benang ini di sini.....," gumam Naura sembari menatap gelang yang kini berada di genggamannya sebelum akhirnya dia tertidur lelap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines