It's Scenario

It's Scenario

  • WpView
    Reads 20,331
  • WpVote
    Votes 1,349
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2026
"AAAAARRGGGHHH!!!" Aileen berteriak nyaring menyadari posisinya yang berada di dekapan Reygan. Bahkan Aileen dapat merasakan sentuhan kulit dengan kulit secara langsung. Gadis itu segera bergerak menjauh sambil memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya. Aileen mengingat sesuatu. "Kenapa lo di sini?" dengan suara parau, Reygan bertanya. "Seharusnya gue yang tanya! Kenapa lo ada di kamar hotel gue?! Kenapa lo bisa masuk?! Dan yang paling penting, kenapa lo tega lakuin itu sama gue?! HAH?" Aileen meledak, bersamaan dengan air mata yang jatuh ke pipinya. "Maksud lo?" "Brengsek lo, Reygan! Setelah apa yang lo lakuin ke gue, lo masih tanya maksud gue? Sialan!" "Lo jebak gue?" "Lo gila?" cibir Aileen, "Buat apa gue jebak lo tapi ngerugiin diri gue sendiri?!" Aileen mengubah posisinya menjadi duduk sambil memegang erat selimutnya hingga bagian dada. Reygan mengikuti. Bedanya lelaki itu membiarkan selimut itu menutupi bagian perut hingga ke bawahnya saja. "Siapa tau aja lo mau jebak gue. Bikin diri lo hamil anak gue dan minta pertanggungjawaban gue. Gue ud-" Plak! Reygan menyentuh pipinya yang baru saja ditampar oleh Aileen. "Gue bukan perempuan murahan. Gue bukan orang yang selicik itu. Tolong, jangan samain gue kayak perempuan murahan yang pernah jadi teman main lo. Gue gak serendah itu." *** Cover by: @reffi graphic
All Rights Reserved
#940
accident
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story
  • You Are Only Mine
  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • Famous Couple
  • Love Is You (Tamat)
  • Where's Home
  • Bukan ZONK!
  • VAREN: Imperfect Husband

Story by: Galleria Frads & shininglight97 "Kukira aku sudah mengenalnya dengan sangat baik. Tapi nyatanya aku salah. Rupanya ia menyimpan banyak gejolak emosi dibalik hubungan mesra yang kami tutup dengan rapih. Bodohnya aku yang tidak mengerti kekecewaannya, dan memilih untuk melanjutkan kisah rahasia tentang hubungan kami dengan santainya. Bagaimana bisa aku tidak mengerti apa isi hatinya? Padahal aku melihat wajah cantiknya itu setiap hari, di bawah atap yang sama. Bagaimana bisa aku tidak pernah menyadari setiap perubahan mimik wajahnya yang tak nyaman atas apa yang telah kita jalani?" - Kim Do Young. "Awalnya kusanggupi perjanjian yg kami buat, tapi pada akhirnya aku tidak nyaman dengan itu. Ternyata itu sangat menggangguku. Ingin berteriak rasanya saat para wanita itu melemparkan tatapan mereka dan terus mencari tau tipe ideal dari kekasihku sendiri. Tapi pada akhirnya aku hanya bisa menghela napasku berulang kali dan kembali menyimpan itu sendirian, karena aku takut Doyoung kecewa." - Na Soo Hwa. "Kata 'penipu' yang selalu kau sematkan pada nama belakangku membuatku tak pernah mengerti, Baby. Definisi penipu seperti apa yang ada dalam kamusmu? Beri tau aku. Karena yang kutau, aku menginginkanmu kembali ke hidupku, Hwang Ji Na," - Jung Jae Hyun. "Jangan katakan apapun. Sekalipun kau berniat untuk mengatakan cinta beribu-ribu kali padaku. Aku akan menutup kedua telingaku rapat-rapat. Aku akan menutup kedua mataku erat-erat. Tidak ada lagi Hwang Ji Na yang terpesona pada seorang penipu hati sepertimu. Karena, sudah tidak ada lagi kepercayaan untukmu. Bahkan, setiap tarikan napasmu saja terlihat sebagai tipuan bagiku. Kau, seorang pembohong yang ulung, Jung Jae Hyun," - Hwang Ji Na.

More details
WpActionLinkContent Guidelines