BETTER
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 14, 2021
Sempurna memang bukan sifat dari manusia, tapi menjadi taat dan lebih baik lagi adalah tugas utama dari seorang wanita. Ini adalah potongan cerita antara aku dengan takdirku. Aku yang selalu berusaha menjadi manusia yang lebih berguna. Aku yang selalu berusaha tetap berkata semua akan baik-baik saja meskipun fakta berkata sebaliknya. Sebuah kisah dariku tentang diriku. -Aghnia Auristela
All Rights Reserved
#164
berubah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • TAK SEINDAH JINGGA
  • sayangnya cila ke ciara
  • Seventeen
  • Sasmita Nivriti
  • From Leiden
  • Highway 1009 ||Sim Jaeyun - Jake|| (TERBIT)
  • Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Serangga Asparagus

Disclaimer❗❗❗❗❗ [cerita ini merupakan cerita fiksi yang terinspirasi dari puisi yang saya buat sendiri. Bukan hasil plagiat dari siapapun. Karena kebetulan saya suka membuat puisi] jangan lupa vote dan komen ya teman sebagai bentuk apresiasi. ありがとうございます (Terimakasih)😇 Maaf banyak typo, pemula soalnya Harap di maklum🙂🙏 Ada beberapa kata kasar di dalamnya Bijaklah dalam membaca Ambil baiknya buang buruknya yaa 『Puisi di spil di ending🌺』 〖Tapi sebelum kesana baca dulu dari awal biar nyambung sama kisahnya pas nyampe di puisi yaa💕〗 Happy Reading Time❤ 。。。。。 Anaya Aurelia Dela, seorang remaja SMA yang hatinya sudah lama terpenjara oleh sahabatnya sendiri. Zayan Arshaka, seorang lelaki berparas tampan, cerdas, pintar, dan di kelilingi oleh harta yang bergelimang, membuatnya terlihat seperti sosok yang sempurna. Menjalin persahabatan dengan sosok seperti Zayan memang lah tidak mudah, terlebih segala perhatian yang Zayan berikan kepada Anaya telah berhasil membuat hatinya terpenjara. Namun terlalu banyak penghalang bagi Anaya untuk mengungkapkan perasaannya, terutama perbedaan kepercayaan yang sangat jauh bagaikan sebuah tembok raksasa yang berhasil menghalangi perasaannya. Lalu apakah yang akan Anaya lakukan untuk perasaannya? Akankah perasaan yang sedari dulu di pendamnya terbalaskan? 。。。。。 Dilarang keras untuk plagiat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines