Place For You

Place For You

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 26, 2021
"All time you need me, mau itu such an urgent case atau hal hal kecil kaya kamu butuh sesuatu yang bikin kamu tenang, just tell me. I'll be there 24/7 for you. I'll never let you down in all condition. Karena kamu udah jadi bagian dari hidup aku belakangan ini. Your happiness is my priority. Kamu temenku, kamu harus bahagia. Ok? Nggak usah malu buat kabarin apapun ke aku." ucapku saat Ardhy benar-benar dalam keadaan terpuruk saat itu. "Makasih banget ya, dys. Aku nggak tau lagi harus ngomong apa ke kamu. Karena bener-bener kamu udah bantuin aku sejauh ini." ucap Ardhy sambil menatapku. Bukan salah keadaan atau salah kita, akan tetapi menyayangi dan menjadikan orang lain sebagai bagian dari prioritas dalam hidup adalah sebuah pilihan. Bukan tentang pacar atau sahabat, tetapi tentang bagaimana kita menghargai orang tersebut dalam hidup kita. "Ardhy, aku kayanya mau nyerah aja deh buat suka sama Chiko. Aku juga ngerasa kaya udah jauh sama dia. Lagian gak cuma aku kan yang suka sama dia?" gerutuku sambil mengaduk-aduk es jeruk yang belum kuminum sedaritadi "Hei, kamu kan punya aku? Aku yang bakalan buat kamu bisa dapetin dia. Tapi, pelan-pelan ya. Semuanya butuh proses. Gausah galau oke?" jawabnya sambil merapikan rambutku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Lelah [✔]
  • Arsyilazka
  • GAREN SINCERE LOVE
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Between Us
  • Im Yours.
  • Beautiful Disaster
  • Alena Story (END)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines