We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pelangi yang Terluka

Pelangi yang Terluka

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah cerpen yang mengisahkan perjuangan sesosok laki-laki dengan sindrom Asperger yang rela berjuang untuk menaklukkan hati seorang asisten manajer. Ia menyimpan rasa suka terhadap perempuan itu sejak hari pertama masuk kerja. Apakah perjuangannya berakhir kebahagiaan atau justru berakhir sia-sia? Selamat membaca.
All Rights Reserved
#3
awareness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Travis Mason [END]
  • Let Me Love You Longer
  •  Asara Bersama Bintang [Segera]✓
  • Second Love : Aku atau Masa Lalumu!
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Isi Kepala
  • PAPERFLAKES
  • As Time Allows

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines