"Di Balik Jendela"

"Di Balik Jendela"

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 20, 2021
Pernahkan kau berfikir ketika membuka sebuah jendela? Tentang apa yang berada dibalik jendela tersebut dan untuk apa hal itu diciptakan? Jika kau mengira mereka diciptakan untuk mu, apakah tak sebaiknya kau menjaga dan melidungi hal itu? Tapi nyatanya! Kau malah mencemari mereka dengan segala hal buruk yang kau punya. Disaat kau melirik kearah jendela yang terbuka, melihat pepohonan menari dengan riang dan burung yang berkicau dengan gembira. Apakah benar itu yang mereka rasa? Walaupun kau meresa mereka sedang menikmati hari-harinya dengan senang, bisa jadi mereka tak se-senang yang kau kira. Disaat semua polusi dan sampah yang bertebaran di sekitar mereka, mungkin saja mereka sedang mengutukmu dengan tarian dan kicauan-nya. Kau sering menggong-gong tentang ilmu pengetahuan yang kau agung-gungkan. Tetapi, semua hal itu bertolak belakang dengan segala tingkah pola yang kau kerjakan. Kau sering menebar nama keadilan. Namun faktanya, kau hanya menginginkan nama dan ketenaran. Penahkah kau berfikir untuk mempergunakan kekuatan untuk kebaikan? Membawa hal baik untuk segala bentuk kehidupan. Dan mengutuk segala kejahatan. Akan tetapi, tidakkah kau merasa bahwa suatu hari, kebaikan dan kejahatan akan berbalik makna pada suatu keadaan yang menguntungkan. Pernahkah kau melihat orang gila dijalanan? Memukul-mukul pohon, ataupun berlarian disekitar seseorang yang sedang sendiri di tepi jalan. Tidakkah kau pernah berfikir akan kemungkinan perbedaan pandangan? Mungkin saja orang gila tersebut melihat pohon itu seperti seseorang yang akan melakukan tindak kejahatan. Dan mungkin juga mereka melihat orang yang sedang sendirian dijalan itu seperti melihat seorang anak kecil yang butuh pehatian dan hiburan. Hanya saja, kenapa tak kita biarkan saja mereka disaat kita tidak mampu untuk membantunya! Ini hanyalah sebagian kecil cerita kehidupan. Dan masih banyak hal mencengangkan yang akan kau temukan Di Balik Jendela?
All Rights Reserved
#20
logic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • 1 2 4 5   D A Y S [END]
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Penciptaan Langit dan Bumi Dengan Segala isinya
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • CREATING LOVE
  • ﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭
  • CATATAN HARIANKU
  • VENATOR OBSCURUS

Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines