SANG BINTANG

SANG BINTANG

  • WpView
    Reads 34,382
  • WpVote
    Votes 3,188
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 30, 2021
Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh dan tempat. Kalau cuma mau copy paste ceritaku lebih baik jauh jauh,dan kalau gak suka sama ceritaku lebih baik gak usah baca. Follow dulu sebelum baca see you.... "Bima tolong aku" "Bunda tolong ini sakit" "Ayah sakit ayah" "Kak Vega tolongin bintang" "Sakit kak sakit!tolong Bintang, kak Nova!" "Kak Dara maaf yaaa" "Cahaya makasih,makasih banyak...aku pergi!" Stefanny Cahya Bintang. Gadis cantik berkulit putih dan berpipi chubby. Gadis yang hidupnya tak seberuntung kelihatannya,senyumnya yang menenangkan,tatapannya yang meneduhkan,dan hatinya yang terpatahkan. Cover by Pinterest + @bloodofackerman Update minim seminggu sekali, kalau lebih berarti lagi mood. Aku sayang kalian.
All Rights Reserved
#26
bad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • When I happy? (TAMAT)
  • FIZYA
  • Bintang [end]
  • Rintik Hujan
  • 00.00
  • BarraKilla
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Hopeless
  • Garis Luka

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines