MY GIRLFRIEND INEFFABLE

MY GIRLFRIEND INEFFABLE

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
⚠️JANGAN LUPA VOTE & KOMEN⚠️ "Luluth janji mulu. Ini udah yang 234 kali Luluth ngomong begitu." Tangannya menarik tank top bagian dada Luthien untuk mengusap air mata nya. Otomatis tangan laki-laki menyentuh dada Luthien. "Eh?" Setelah mengusap air mata, dirinya tersadar. "Tadi Desmo pegang apa?" Tanya nya sambil mengerjapkan mata sok polos. Tangannya menunjuk dada Luthien, tidak lupa mata nya yang juga menatap dada gadis itu. "Desmo pegang ini ya? Hihi, kok empuk?" "Bang to the ke, bangsat." Batin Luthien berusaha tidak emosi. "Desmo sayang... Jangan mesum sekarang ya, nanti aja." Tangan nya berusaha menjauhkan jari-jemari Desmo yang sedari tadi menangkring di dada nya. Entah itu mengelus bahkan menekannya. Dengan berat hati, laki-laki itu menjauhkan jari nya. Padahal kan enak tadi. Empuk. "Kapan? Desmo mau pegang lagi soalnya..." Rengek Desmo sambil memeluk Luthien. Menaruh wajah nya di leher gadis itu. "Nanti malem." "ASEKK!" "JANJI YA?!" Ini dia, dua sejoli yang sudah menjalin hubungan sejak kurang lebih 4 tahun. Dimana si pria yang bersifat menye-menye, cengeng, tidak bisa dibentak, dan manja. Dan gadisnya nya yang kuat, kejam, bengis, dingin, dan jangan lupakan keras kepala, namun bisa bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadap pacar kesayangannya. Bahkan gadis ini memiliki organisasi malam yang tak lain adalah seorang ketua mafia Adelaar. Desmond Langit, dan Luthien Calesthane
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Althalan Vs Amore
  • Caramel
  • DAKSA [END]
  • Langit Senja [end]
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • Abu Abu [ completed ]
  • RAYFA[END]
  • ALETA

Jangan lupa follow Ig: ZinniaPeruviana Di hadapan Althalan, seorang wanita berlutut, menggenggam tangannya yang dingin. Amore. Wajahnya pucat, air matanya bercampur dengan rintik hujan yang membasahi pipinya. Perutnya yang membesar menandakan kehidupan yang sedang ia lindungi-anak kembar yang masih belum lahir, darah daging Althalan. "Kamu nggak boleh mati, Alva...!" "Kamu janji bakal ngebesarin mereka bareng aku, kan?! Kamu nggak boleh pergi sekarang!" Althalan terkekeh lemah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tapi sorot matanya masih samapenuh dominasi, penuh kepastian. Tubuhnya gemetar, tapi bukan karena ketakutan. "Dengerin aku, Lova..." "Anak kita... mereka akan lahir membawa darah aku... Mereka bakal lebih kuat, lebih kejam... dunia ini nggak bakal bisa ngelawan mereka." Amore menggeleng, air matanya jatuh lebih deras. "Jangan ngomong gitu, dasar brengsek! Mereka butuh kamu! Aku butuh kamu!" "Amore" Suaranya kini terdengar lebih dalam, hampir seperti bisikan maut. "Jangan takut. Aku udah senang karena mereka sebentar lagi akan lahir, mereka warisan yang jauh lebih besar dari apapun, mereka nggak akan tumbuh sebagai manusia biasa." "Kita akan terus bersama, aku akan selalu berada di sampingmu sayang, jangan menangis seperti itu, lihat mereka tidak senang melihat mommynya menangis! Mereka adalah dua pilar kehidupan, Walaupun aku sudah tidak ada didunia ini aku berjanji, akan terus melihatmu bahagia bersama kedua anak kita sayang!" Hujan terus turun, membasahi wajahnya yang semakin pucat. Aura iblisnya berputar semakin liar, sebelum akhirnya menghilang bersama helaan napas terakhirnya. Althalan, akhirnya berhenti bernapas. Namun, di balik keheningan yang menyakitkan, dia bisa merasakan sesuatu yang lain dua kehidupan kecil yang sedang berkembang di dalam dirinya. Anak-anak mereka. Dengan mata yang masih dipenuhi air mata, Amore menunduk, bibirnya bergetar. "Mereka akan lebih kuat dariku..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines