RAYCILA [END]

RAYCILA [END]

  • WpView
    LETTURE 274,575
  • WpVote
    Voti 24,847
  • WpPart
    Parti 37
WpMetadataReadCompleta mar, apr 5, 2022
WpInfo
Fanfiction
RWBY
Benar kata kebanyakan orang, tak ada yang namanya lelaki dan perempuan bersahabat tanpa ada rasa cinta pada salah satu dari mereka, hal itu benar-benar dirasakan oleh Rayen dan Cila, persahabatan keduanya tak semulus yang mereka kira karena mulai timbul perasaan satu sama lain namun tak saling mengungkapkan. Hubungan keduanya dibuat semakin sulit karena bimbangnya perasaan Rayen, Cowok itu selalu bingung harus memilih Cila atau Michelle- mantan pacarnya. ketika Rayen sudah mulai memantapkan hatinya untuk Cila, teka-teki mulai bermunculan yang membuat Cila sial terus menerus. Penderitaan dan kesialan untuk Cila yang tiada henti, salah paham antara Rayen dan Cila yang membuat keadaan semakin buruk, mampukah Rayen dan Cila melalui segala rintangan yang terjadi kepada mereka?
Tutti i diritti riservati
#706
happy
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Not Me & Not Mine
  • REGRET
  • Queen Greta Oto (GXG)
  • Ranzir
  • We Can't Be Friends
  • ELECTION
  • You're [not] Mine
  • Guratan Kehidupan
  • K.A.V
  • The Game
  • DANDELION
  • THE BACHELORS [TAMAT]
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • Cinta dalam Diam(End)
  • Possesive Playboy

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti