Mayhun
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 25, 2021
Pagi Bun "kata Maya sembari menuruni tangga. "Pagi sayang Ayo duduk dan sarapan"kata bunda Sembari mengangguk Maya pun duduk dan sarapan. Setelah selesai,dia pun pamit berangkat sekolah. "Yaudah Bun Maya berangkat ya" ucap Maya sembari menyalimi bundanya. "Iya hati hati ya nak"kata bunda. Maya pun berangkat sekolah dengan diantar mang Udin supir nya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit akhir Maya sampai disekolah. "Makasih mang"kata maya sambil buka pintu mobil. "Ya neng"jawab mang Udin. Maya pun masuk ke kelas dengan santai. "Dorrrrrrrrr" Maya kaget di kagetin si Oliv sahabat. "Astaga lo ngagetin aja sih." Dilarang plagiat Happy reading
All Rights Reserved
#17
oliv
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • DRABIA [END]
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Arsyilazka
  • Semu [Completed]
  • PRETEND LOVE
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Antara Cinta & PR Matematika

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines