Riel is Real (On Going)

Riel is Real (On Going)

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 6, 2021
Kehidupan itu seperti teka-teki yang diberikan Tuhan, kita penebaknya. Yang semakin kita tebak jawabannya akan semakin tidak terduga. Veno pernah dihadapkan pada pertanyaan, mengapa Tuhan membuatnya terbangun disuatu pagi dengan ingatan kosong? Melupakan nama, orang tua, asal usul berserta masalalunya. Mengapa dia harus menjalani kehidupan dengan ingatan-ingatan yang baru terbentuk. Bertemu, mengenal, mengenang, lalu hilang. "Kenapa kamu menyukaiku?" tanya Veno pada perempuan yang sedang mengayunkan kaki di atas dermaga. Perempuan berwajah damai itu menjawab. "Tidak tahu, aku tidak punya alasan, aku hanya mencintaimu." Percaya atau tidak, perempuan itu tidak nyata. Veno bukan indigo yang bisa melihat hantu. Letak masalahnya adalah Veno melihat sementara orang lain tidak. Veno bisa mengobrol, dan berinteraksi selayaknya manusia kepada perempuan itu, Vania. Tapi orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama, beberapa menganggap Veno melantur. Bagaimana bisa dia mencintai perempuan yang bahkan keberadaannya saja tidak nyata. Veno menanyakan hal yang sama berulang kali, rasanya egois sekali semua manusia punya kenangan sementara dia tidak. Sampai Tuhan memberinya jawaban, bahwa Vania merupakan lubang kematian sedang berusaha menghidupkan kenangan-kenangan yang Veno lupakan. Salam cinta, Naja Hara. Ailapyu. Selamat membaca. Dipublikasikan pada 22/02/2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • ANGKASA
  • Mysterious Girl
  • JUST BE MINE [END]
  • Kelas A [End]
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • The Heiress Trap (END)
  • Aslan, Are you my last love?
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines