Perebutan Tahkta

Perebutan Tahkta

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 6, 2022
(Menggenggam kamu seperti memeluk luka dan mencintaimu seperti menjalani tragedi) Konon katanya bila Ratu melahirkan anak kembar maka salah satu anak itu harus lah dibunuh. Wasiat itu sudah turun temurun sejak berabad-abad sebelumnya. Darah, pembalasan dendam, kesedihan dan kekecewaan bertumpah ruah di cerita ini
Todos los derechos reservados
#7
pengasingan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • "LOVE AGAIN"
  • The Morning Sky After Pain
  • L  I  N  A
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • The Thug Who Became My Sanctuary
  • Rindu Arti Bahagia (TAMAT)
  • AMMARANTI
  • My Perfect Doll
  • ego dan penyesalan
  • Antara Cinta Atau Balas Dendam

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido