Taviana
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 22, 2021
"Anjing loe kalo gak baca ni buku!" cerca Diego la Doggo kepada anda. "Lah lu sendiri kan juga anjing?" Adwin heran. "Lah iya juga ya" celetuknya, menyadari kejongkokan IQ-nya. "Gini amat punya figuran otak dengkul semua..." keluh Taviana. "Tapi setidaknya mereka sahabat yang baik dan tidak menyusahkan kamu" kata Nenek Rahayu. Taviana mengangguk dan tersenyum, ia melihat lamat-lamat tiap temannya sekarang dan berharap tetap seperti ini dalam waktu yang lama. Meskipun tidak selamanya, ia tetap bersyukur dan senang bisa mengenal mereka semua. "kalau sudah selesai promosi, bisa kita lanjutkan yang tadi?" tanya Adwin kepada Taviana. "memangnya sudah sampai mana?" tanyanya sambil mendekatkan diri ke Adwin. "sampai mana ya... aku sendiri lupa..." ucap Adwin pura-pura bodoh seraya menangkap tubuh ramping milik Taviana. Keduanya berpandangan dan tersenyum malu. Lebih tepatnya tak tahu malu, mereka sengaja bermesraan di depan teman-temannya yang jomblo. "Lakukan itu di tempat sepi bangsat!" maki Diego dan Ray.
Todos los derechos reservados
#918
hantu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Sakura✔️
  • Kronos [COLD DEVIL #3]
  • V A B I O L A (COMPLETE)
  • AGGA
  • My Friend Is My Strength
  • Zero-sum Love [FIN]
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • Lo, Tunangan Gue !!! [Sudah Terbit]

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido