Monokrom

Monokrom

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 7, 2025
[WARNING⚠️ CERITA INI MENGANDUNG BAHASA KASAR! DIHARAPKAN UNTUK BIJAK DALAM MEMBACA!] Monokrom, dia adalah warna yang membingungkan. Terlalu abu-abu untuk dipahami, dan terlalu rumit untuk dimengerti. Sama seperti Camelia Andrea Alatas, perempuan kelahiran bulan Desember itu masih belum memahami, bahwa bumi tempatnya berpijak saat ini, sangat luas. Baginya, bumi hanya berotasi setiap hari, jika gelap itu malam dan terang itu siang. Sampai takdir membawanya bertemu dengan seseorang yang membuatnya belajar. Mengubah caranya mengartikan, bahwa sebelumnya bumi yang dia ketahui hanya berotasi, ternyata juga berevolusi. Seperti menaiki perahu yang mengikuti arah mata angin untuk berlayar, akankah titik takdir menjadi tempat pelabuhan terakhirnya? #silahkan difollow dlu buibu/pabapak #selamat membaca-!! Salam hangat dari istri Na Jaemin 👋
All Rights Reserved
#17
tunarungu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Eskamel
  • 𝐒𝐀𝐌𝐔𝐃𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐑𝐈𝐍𝐃𝐔𝐀𝐍 [SUDAH TERBIT]
  • TERLAMBAT [TAMAT]
  • ALEA
  • Melodi Meli (END)
  • JAM 3 SORE
  • TACENDA [HiraetH] Revisi
  • Gadis indigo ( Karya Pertama Ku)

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines