Queen Andromeda

Queen Andromeda

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 16, 2021
"Aku lebih mempercayai apa yang aku lihat sendiri." ucap Alpheratz. "Ya! Itulah dirimu! Kau egois! Kau tidak pernah mau mendengarkan orang lain!" Andromeda menatap Alpheratz sedih,"Alpheratz.....kenapa aku masih mencintaimu saat ini? Kenapa saat aku mengetahui kau lah yang merencanakan pembunuhanku, aku masih sangat mencintaimu? Kenapa perasaanku masih begitu kuat saat kau terus menyakitiku?" bisiknya. "Bodoh." Alpharetz menyahut dengan nada datar khasnya. "Aku mencintaimu, Alpheratz." Andromeda berjalan mundur mendekati tepi jurang. "Dasar bodoh! Berhenti Andromeda!" seru Alpheratz marah. Andromeda tersenyum pilu, "Ini yang kau inginkan bukan? Aku sendiri yang akan mengabulkannya, Alpharetz," ucapnya pelan. "Aku sangat mencintaimu, Alpheratz." bisiknya bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh ke dalam jurang dan Alpheratz yang memanggil namanya. "ANDROMEDA!" Update seminggu sekali kalo ide lancar jaya! Wkwkwk.... MURNI HASIL IMAJINASIKU SENDIRI! YANG PUNYA HOBI PLAGIAT MOHON UNTUK MUNDUR!! Start : 21 February 2021 End : -
All Rights Reserved
#822
istana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIDA ( END )
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • kiara's dream
  • BEHIND YOUR SMILE [COMPLETED]
  • Dark+ Light
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • ANDROMEDA (END)
  • Love Me Heal Me, My Lovesick Angel [End✅️
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • ALDEN(END)

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines