Chat sederhana dari pria pendiam seperti Genta nyatanya berhasil mengguncang ketenangan jiwa Wulandari Dwi Anindita di minggu-minggu meresahkan menuju UAS.
Wulandari, kayaknya aku beneran suka kamu
Jika dibedah struktur kalimatnya tentu saja meragukan. Bilang suka kok pake KAYAKNYA, siapa yang percaya? Nggak ada, apalagi jika mengingat sejarah hubungan mereka.
3 tahun jadi teman serombel hanya kenal nama dan berbicara seperlunya terkait tugas. Itu saja bisa dihitung berapa kali mereka menjadi partner tugas dan terlibat percakapan singkat tak lebih dari 10 kata, sekali diskusi langsung jadi karena penggunaan sistem pembagian tugas.
Tapi kenapa jantung Wulan tak berhenti berdebar padahal otaknya mendoktrin, jika kalimat itu persentase C nya 100%.
Siapapun tolong selamatkan kewarasan Wulan!
*****
Ini bukan kisah tipisnya jarak antara benci dan cinta, tapi ini adalah kisah dua orang yang tak pernah saling sapa tapi tanpa sengaja sering bertemu dalam suasana canggung luar biasa.
Mereka sama-sama pendiam dan kaku, jika dijadikan satu ibarat tugu selamat datang.
Entah bagaimana akhir kisah romansa dua jiwa yang karakternya serupa tapi pemikirannya jauh berbeda ini. Ditambah beberapa stimulan dari berbagai pihak yang mendorong mereka mendekat sebagai bagian dari takdir Tuhan.
------
C = Convidence Level, biasanya menggunakan nilai rentang 90%, 95%, dan 99% untuk menentukan tingkat keakuratan suatu sampel. Semakin lebar C nya, semakin besar peluang benarnya tetapi semakin tidak berguna. Karena itu, trade off tidak boleh terlalu lebar karena tingkat kepercayaannya bisa turun, C 95% dianggap sebagai angka yang tidak moderat dan sering dipilih.
~Anetarilasss~
Sebuah Cafe bernuansa cokelat dan dipenuhi dengan semerbak aroma Cappuccino Freddo menjadi saksi bisu pertemuan Radella Embun Pandhita dengan seseorang yang memiliki kesukaan yang sama dengannya.
Aneh. Kata pertama yang muncul dalam benak Embun saat pertama kali bertemu dengan Genta. Membuat Embun rasanya tidak ingin bertemu dengan seseorang bernama Genta itu lagi. Namun takdir mempertemukan keduanya dalam hubungan Partner Belajar, di mana Embun mau tidak mau harus mengajari Genta sesuai dengan permintaan guru Matematikanya.
Namun, pepatah yang mengatakan "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta." itu benar. Seiring berjalannya waktu, Genta yang awalnya aneh di mata embun, perlahan menunjukkan sifat aslinya. Sifat yang tersembunyi di balik keanehannya. Karena perubahan Genta itulah, dengan sendirinya timbul rasa yang sungguh tak diduga kedatangannya dalam diri Embun.
Saat pertemanan sudah terjalin, lagi-lagi takdir berkata lain. Genta harus pergi untuk melanjutkan pendidikannya di Roma, Italia. Membentang jarak yang membuat Embun merasa semesta tidak adil.
Bagaimana rasanya jika hati mulai terbuka untuknya, dia pergi, entah sementara atau selamanya?
HAPPY READING🎉
#361 in fiksiremaja [17.01.19]
#708 in teenfiction [17.01.19]
#61 in romance [02.02.19]
#394 in fantasi [21.02.19]
#506 in fantasi [27.03.19]
#551 in romance [09.04.19]
#199 in romance [15.04.19]
#2 in indoromance[20.04.19]
#465 in fantasi [19.05.19]
#2 in indoromance [18.06.2020]