We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Everything Makes Sense Now

Everything Makes Sense Now

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 20, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Pemerintah telah mengeluarkan perintah untuk Denzell Corp. Perusahaan produsen robot tersebesar di dunia ini untuk membentuk unit tersendiri guna memburu orang-orang yang menentang penggunaan robot ini. Sehingga, hanya terdapat dua pilihan atau kubu dalam dunia yang telah dikuasai oleh robot ini, mendukung atau menentang robot tersebut. Namun, tidak dengan Kieyera Vieva, gadis pemburu termuda di Denzell Corp. ini tidak ingin memihak kepada kubu apapun. Melainkan, ia berniat untuk mengusut sendiri semua kejanggalan pada kedua kubu tersebut. Perlahan, ia mulai menemukan bukti-bukti yang membuatnya semakin tidak percaya kepada siapapun bahkan ia mulai mempertanyakan identitasnya sendiri. Bukti apakah yang telah Kieyera ketahui? Bagaimana cara agar Kieyera mengakhiri perselisihan antar kedua kubu ini??
All Rights Reserved
#361
robot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAHASIA SANG DUCHESS
  • Ultraman Tooru
  • Chrono Shutdown
  • Looping World: Transmigrator dalam Dunia Restart
  • aku?? putra seorang duke? {end s1}
  • Transmigrasi Figuran
  • A Little Piece of the Rain (Complete)
  • I Became A Cannon Fodder
  • Mechgrinz Battle
  • Become the youngest prince [TERBIT]

[HIATUS] Cahaya bulan menjadi saksi bisu pelariannya. Setiap langkah menjauhkannya dari tempat itu, dari kehidupannya, dari anaknya. Tapi di belakangnya... BRAK! Suara pintu yang dibanting membuat jantungnya mencelos. "Asa!!" Duke Roderic berdiri di ambang pintu, matanya berkilat marah, namun juga dipenuhi keputusasaan. Napasnya memburu saat tatapannya menyapu ruangan, hanya untuk menemukan ranjang kosong dan bayi mereka yang menangis keras di dalam boksnya. Giginya terkatup rapat. Rahangnya mengeras menahan amarah yang bercampur kepedihan. "Tidak lagi." Duke Roderic mendekat ke boks bayi itu, mengangkatnya ke dalam dekapan kuatnya. Tatapannya beralih ke jendela yang terbuka, angin malam yang dingin bertiup masuk, membawa aroma yang samar-jejak Asa yang masih terasa begitu dekat. "Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu pergi... Lagi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines