We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Blessed

Blessed

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kisah hidupku tidak menarik. Hanya penuh penindasan. Ku pikir mereka hanya bergurau dengan ku. Tetapi lama kelamaan aku sadar, diriku yang bodoh ini hanya dijadikan boneka mainan. Dipukuli, dicaci, dan dilecehkan, orang sekitar hanya melihat dan menikmati rintihanku. Orang yang berjulukan guru? polisi? mereka hanya diam, entah berapa dan apa bayaran yang digunakan untuk menampar kedudukan mereka. Namun saat ini.. hal itu sudah menjadi hal lumrah bagiku. Ku biarkan tubuhku sampai tak kuat menahannya dan mati dengan sendirinya.. mungkin saja aku dilahirkan memang untuk ditindas.." ~ Delliana * Gadis dengan pakaian terkoyak dan tubuh yang lebam-lebam itu menyandarkan dirinya dibalik tumpukan kardus bekas. Di penglihatannya yang mulai memburam, sosok remaja seusianya datang membawa kain tebal dan menutupi tubuhnya yang terbuka. "Aku Joe. Kau bisa bangun?" remaja itu mengulurkan tangannya. "Aku baik-baik saja" jawab Delliana mengabaikan uluran tangan Joe dan bangkit dari tempat duduknya. Belum sempat gadis itu melangkah, tubuhnya roboh di dekapan Joe dan tidak sadarkan diri. "Apanya yang baik-baik saja" gumam Joe, membopong Delliana menuju mobilnya. *** New Story 🌺 Enjoy! Jangan lupa vote, comment, n rate ya biar author semangat updatenya πŸ’™ Happy reading πŸŒΊπŸ’™ Kalau ada kritik dan saran silahkan komentar dengan bahasa baik dan benar πŸ˜„
All Rights Reserved
#80
nerd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • ππ‹π€π˜ π†πˆπ‘π‹ πŠπ€π‹π„π€
  • 180Β° [END]
  • Ily3000 [COMPLETEDπŸ¦‹]
  • Promise or Leave
  • GRIZLEN {On Going}
  • Gadis Brengsekβœ”
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines