ARUMIKA
  • WpView
    Membaca 1,725
  • WpVote
    Vote 218
  • WpPart
    Bab 43
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 19, 2026
Namaku, Arumika Cinta langit. Keluargaku memanggilku dengan sebutan Rumi dan sahabatku memanggilku Arum. "Sayang, izinkan aku bersamamu." Ujar laki-laki itu "Luluhkan hati tuhanku, maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau." Ujar seorang gadis muslimah sambil tersenyum Ada kalanya kita merasakan pahitnya dalam sebuah kehidupan yang nyata jauh dari kata baik-baik saja. Berawal dari rasa ingin tahu, yang membuat seorang guru terjebak dalam masalah yang menyangkut masa lalu keluarganya dan masa depannya yang akan dia jalani di kemudian hari. Dan dia berhadapan langsung dengan seorang mafia yang kejam, namun dari sifat lembutnya itu, mampu membuat pria angkuh itu luluh. Mereka saling mencintai dalam gelapnya kehidupan mereka. Namun mereka yakin, bahwa kegelapan akan perlahan sirna dan kini hanya takdir yang dapat menentukan kisah mereka. Mehendra dan Keantano Rank # 1 Muslimah (22/4/2026)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#8
sabar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Bidadari Terakhir
  • Belantara Jiwa (END)
  • With you Forever
  • HANDSOME in the DARKNESS
  • Surat Cinta Dari Dunia Gelap
  • AL-MAHBUBAH
  • Rasa Dalam Sujudku
  • 99 Nama-Mu (END)

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan