We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hello

Hello

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Danny Alexander Edward Fadres Saya tidak pernah menyadari bahwa dari sebuah kata 'hello' akan memberikan dampak berarti bagi hidup saya. Semua yang terjadi antara kita berdua berawal dari kata sederhana 'hello' yang kemudian menuntun kita pada sebuah perjalanan baru. When two people meet and say a simple hello then everything starts from there. Raline Dinda Kusuma Pertemuan yang berawal dari sebuah kata 'hello' antara kita berdua telah membawa saya lebih mengenal sosok pria bermata coklat dan berambut coklat itu. Tatapan teduh dan nada bicara yang menenangkan ketika ia mengucapkan hal tersebut masih terus berada dalam pikiran saya. Kami tidak pernah bertemu sebelumnya dan bahkan berasal dari latar belakang yang berbeda tapi siapa yang menyangka bahwa dengan 'hello' semua perbedaan seperti kabur dari kami. Hey stranger, when you say hello to me, you know what? Later then I realize its mean everything to me. Sebuah perjalanan antara kedua orang yang tak pernah dipertemukan sebelumnya. Sebuah takdir membawa mereka berdua untuk saling bertemu pada sebuah kesempatan. Danny Alexander Edward Fadres, sosok yang dianggap misterius, pendiam, dingin dan tampan tersebut dipertemukan dengan sesosok Raline Dinda Kusuma. Wanita yang ceria, bersahabat dan hangat serta memiliki kecantikan yang luar biasa. Sosok wanita yang menjadi idola bagi siapapun pria. Apa yang terjadi di balkon itu saat matahari tenggelam seolah menjadi pembuka bagi perjalanan keduanya. Pertemuan demi pertemuan tanpa sengaja yang terjadi di antara Danny dan Raline membuat keduanya semakin dekat satu sama lain. Kedekatan yang pada titik tertentu menimbulkan sebuah perasaan lebih. Butuh waktu panjang bagi keduanya untuk menyadari perasaan itu. Danny telah menutup diri selama dua tahun setelah ia mengakhiri hubungan dengan Tania. Sementara itu, Raline baru saja ditinggalkan sosok laki-laki yang telah menemaninya selama lima tahun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Rannia√
  • Memories Will Not Come Back
  • Irish
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • Narasi patah hati

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines