Ini adalah yang Terbaik (Tamat)

Ini adalah yang Terbaik (Tamat)

  • WpView
    LECTURAS 2,196
  • WpVote
    Votos 1,373
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 21, 2021
Menceritakan perjalanan hidup dari seorang santri dengan berbagai macam problematika yang dihadapinya. Hingga yang Maha Kuasa mempertemukan dirinya dengan seseorang yang perlahan telah mengubah cara pandangnya dalam menjalani lika-liku kehidupan. Yang mengajarkan bagaimana cara mengatasi suatu problematika kehidupan. Yang menurut pemikiran kebanyakan orang itu sesuatu yang buruk, diubah dengan pemikiran "ini adalah yang terbaik", karena Tuhan itu Maha Baik. Hingga mereka berdua menjadi sahabat sejati. . Temukan pemikiran pemikiran itu yang sudah terbungkus rapi di dalam cerita ini . Di dalam buku ini, si penulis mengajak si pembaca untuk pandai dalam berpikir, cerdas dalam berpikir, dan selalu mencari sisi-sisi positif dari setiap kejadian yang ada. Serta meyakini dengan sepenuh hati bahwa ini semua adalah yang terbaik menurut yang Maha Terbaik.
Todos los derechos reservados
#113
writing
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • santripilihan
  • LOVE IN PESANTREN
  • Ijbar [Selesai]
  • Aila ~Hadiah terindah dari tuhan
  • LIFE : The Unexpected Journey
  • Mutiara dari Pesantren

Keluarga dengan 7 anak yang berbeda karakter. Dari si sulung yang tinggi bak tiang listrik, tak banyak bicara, tapi suka menganggap dirinya keren, anak kedua yang pandai kali bicara, banyak kawan, semua sudut kota sudah ia jelajahi, ketiga yang paling bandel, banyak idenya, tapi paling bersih dan rapi dari semua saudara perempuannya, keempat yang paling pendiam seribu bahasa, bisa bertahan di kamar seorang diri selama satu pekan bermodal handphonenya, si kelima, si ketua kelas tiap tahun, paling sat set, tanggap dengan banyak peluang mencari uang dari sudut pasar manapun, si keenam halus bahasa jawanya, sulit senyum lemahnya, akhir-akhir ini suka sekali selfie dengan ponsel barunya, paling bontot, anak kesayangan ibu, karena ia lahir dengan pengasuhan ibu, apakah bapak sudah tiada? masih. Tapi, hanya ia, satu-satunya anak di keluarga kami yang belum pernah keliling kota bersepeda ria dengan bapak, dan satu-satunya anak di keluarga kami yang tidak pernah absen sholat shubuh jamaah di masjid, semenjak ia bisa menggunakan sarung sendiri Buku ini, kumpulan kisah dari alumni santriwati Pondok Pesantren di Jawa Timur. Pondok Modern Darussalam Gontor. Pondok Pesantren yang telah berdiri sekian tahun. Kami bukan keluarga dengan darah biru, keluarga biasa (bahkan terbilang miskin dalam status kelurahan) dengan bapak pensiunan wiraswasta usaha sewa buku, ibu dengan dagangan bubur bayi dan ayam tiap pagi. Bapak selalu mengulang nasihatnya, tak meminta kami menjadi kaya raya, bapak hanya meminta kami selalu menjaga persaudaraan, senantiasa di jalan pendidikan, bagaimanapun caranya, jangan jauh dari ilmu. Ketika sampai di pencarianmu, semoga kamu berhenti sejenak, ada banyak kisah mengharu biru disini, bukan membuatmu menangis. Tapi, mengajakmu bahwa, banyak kebaikan dan keajaiban manusia di alam raya. Ayo, kita rayakan bersama

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido