We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Atmosfer

Atmosfer

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 22, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Nggak. Nggak bisa Al. Lo nggak boleh punya perasaan lebih ke gue." Dava menatap tajam manik cokelat Alana. Jarak keduanya hanya terpaut beberapa cm, membuat deru napas Dava menyapu wajah gadis itu. "Tapi, kenapa Dav? Rasa benci lo ke gue besar banget, ya? Bukannya mencintai itu hak setiap orang? Gue nggak masalah meskipun lo nggak nganggep gue, Dav. Cukup lo tau, itu lebih dari cukup." Alana balas menatap Dava lekat. Berusaha mencari jawaban dari tatapan laki-laki itu. "Gue benci sama lo, Alana!" Alana menelan salivanya kasar. "Apa yang ngebuat lo benci sama gue, Dav? Bahkan lo nggak pernah ngasih tau kesalahan gue apa," ujarnya dengan nada lirih. "Kesalahan lo karena udah merebut semua kebahagiaan gue, Al. Lo merusak kehidupan gue! Lo udah buat gue menderita!" Setelah berucap, Dava berlalu meninggalkan Alana yang kini terdiam. Sementara gadis itu menatap punggung Dava yang semakin menjauh. Jantungnya begitu sakit, seakan ditikam dengan pisau yang begitu tajam. "Kebahagiaan mana yang gue rebut, Dav," lirih Alana dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
All Rights Reserved
#515
kisahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friendship In Love
  • DeaSea
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • ALANA [LENGKAP]
  • My Perfect Happy Virus
  • RAISEN
  • ALGIS ✓
  • ALVANSA [Completed]
  • LO$ER = LO♥️ER
  • VAGALDARA [TERBIT]

"Anisa hari ini kamu cantik buangetttt, pakek u tripel t lagi." Rayu Alif kepada Anisa. Anisa sama sekali tidak kebaperan atau ngeflay karena dia atau betul sifat sahabatnya, kalau ada maunya pasti memuji. Kebiasaan yang terhaqiqi. "Dari dulu."ketus Nisa dengan raut muka datar alias biasa-biasa saja. "Tapi sayang Tollloollll L nya tripel tripel." Kata Alif sambil menekan kata Tollol pada kalimatnya. "Loe tu yang begog, kalau gue gak tolol mana mau gue sahabatan sama Alien nyasar kaya loe." Jawab Nisa sambil menjitak kepala Alif saat kata Begog. Mereka memang sahabat yang konyol dan aneh. "Sialan loe." Melihat makanannya dan makanan Reza sudah habis, Alif berdiri untuk kembali. "Za ayo cabut, mbak min nanti yang bayar makanan Alif sama Reza Anisa ya. Soalnya dia baru ulang tahun." Setelah berbicara panjang lebar kali tinggi ditambah volume eh maksudnya setelah berbicara Alif langsung pergi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Anisa. "oke." Jawab mbak Mina Uhuk-uhuk Mendengar kata-kata yang dilontarkan Alif, Anisa langsung kesedak saat minum. "Ati-ati dong kalo minum." "Alien, awas aja loe ya." Teriak Anisa kencang. Dia baru sadar kalau jadi sorotan mata para pengunjung lainnya. Tapi dia tetap tidak peduli. "Emangnya loe ulang tahun Nis? Bukannya masih lama ya?" Tanya Nafisya dengan nada polos. "Ya Allah kenapa engkau beri aku teman sepintar ini?" Mendengar dumelan Anisa, Nafisya hanya tersenyum kecil. "Alif itu lagi ngerjain gue." Dumel Anisa sambil berdiri merogoh sakunya. "Berapa mbak?." Tanya gadis itu kepada mbak Mina. "Sekalian sama Alif Reza kan?" Tanya mbak Mina. "Iya." Baca selengkapnya:")

More details
WpActionLinkContent Guidelines