Komet
  • WpView
    Reads 594
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 25, 2021
_Kamu boleh membenciku seribu tahun, dan aku juga berhak mencintaimu beribu-ribu tahun. 'zhen Adyra'_ Kisah ini terbentuk dari serpihan es yang mencair, hangat. Sepasang yang memiliki kepribadian dingin, namun selalu di pertemukan takdir dengan sebuah kehangantan. Sepasang yang pada akhirnya harus melepaskan masa lalu dan berjalan beriringan dengan tujuan mengikhlaskan. Kuyy sebelum baca Follow me dulu ya!!
All Rights Reserved
#719
coolgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter Glow
  • My Heart
  • SEMBILU: Love And Pain
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • ChikoElvana

Saat daun-daun gugur berganti salju yang membalut bumi dengan putihnya, WangYi dan Zhou Shiyu melangkah ke babak baru dalam hidup mereka. Setelah hujan musim panas menyatukan dua hati yang kontras; dingin dan tenang seperti embun pagi, hangat dan ceria seperti mentari, kisah mereka kini bergulir di bawah langit musim dingin yang sunyi, namun penuh keajaiban. WangYi, dengan ketenangan yang seperti cermin dan tatapan mata yang mampu meruntuhkan tembok kepura-puraan, kini menghadapi tantangan baru: menjaga api cinta mereka tetap menyala di tengah salju. Di sisi lain, Zhou Shiyu yang perlahan belajar melepaskan beban ekspektasi dunia, menemukan bahwa cinta sejati bukanlah kesempurnaan, melainkan keberanian untuk menjadi diri sendiri di hadapan orang yang paling dicintai. Namun, musim dingin tidak selalu membawa kedamaian. Di balik tirai salju yang lembut, ada percikan kecil yang kadang memicu badai; rasa ragu, perbedaan mimpi, dan ketakutan akan masa depan yang tidak pasti. Apakah kehangatan cinta mereka cukup untuk mencairkan segala kebekuan? Winter Glow adalah kisah tentang dua jiwa yang belajar bahwa cinta bukan sekadar akhir bahagia, tetapi perjalanan untuk memahami, menerima, dan mencintai kekurangan satu sama lain. Di bawah naungan musim yang beku, mereka menemukan bahwa di tengah dingin yang menyelimuti, ada cahaya yang selalu siap menyinari; hangat, lembut, dan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines