Tanda Allah sayang terhadap Hamba-nya
Diberi kesulitan,
Diberi kesedihan,
Diberi kehilangan,
Diberi kesakitan.
Rumaisa membuat keputusan fatal saat memutuskan untuk jatuh cinta pada anak adam yang sejatinya haram baginya
Ia jatuh cinta pada sosok Fatih, kakak sahabatnya.
Karena ketaatan Fatih, tutur kata yang membawa ketenangan, tegas, sabar, bertanggung jawab, menjaga adab pria dan wanita, hatinya yang lembut, sopan, dan misterius menurut Rumaisa membuatnya jatuh hati
Keduanya dilanda asmara tanpa tahu ada sesuatu yang menunggu di masa depan, sesuatu terjadi pada hubungan keduanya
Rumah Rumaisa dirundung badai, hatinya mendung, hari-harinya curam, Fatihnya hilang seperti ditelan bumi
Lalu Allah mendatangkan pelangi, hari-harinya berubah cerah, begitu juga hatinya. Seseorang datang membawakannya kenyamanan, Rumaisa jadi lupa diri
Sekali lagi dia membuat kesalahan dengan memberi hatinya pada sosok yang bukan mahram baginya
Tapi takdir seakan sedang mempermainkannya, sosok Fatih yang dulu dimasa lalunya menghilang tanpa sebab, kembali.
Terlibat cinta dengan 2 orang sekaligus, Rumaisa dibuat bimbang.
Apakah salah jika hatinya mencintai keduanya? Cinta kan tak bisa dipaksa
Tapi dia tidak tau apa itu cinta dan nafsu
Rumaisa dipaksa memilih
antara keduanya
Siapakah yang dipilihnya?
Siapakah yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya?
Apakah Allah memberinya kesempatan untuk sekedar memilih?
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: "Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)." (Al Anbiyaa' :1)
Sebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan adalah saat Marco melempar tubuhnya dari lantai tiga dan yang membuat Kia tidak bisa berpikir dengan jernih adalah saat ia terbangun kembali setahun sebelum kejadian mengerikan itu.