MANY MINDS

MANY MINDS

  • WpView
    Reads 2,374
  • WpVote
    Votes 1,133
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 28, 2022
Tepatnya, siksaan 'itu' dimulai.. ketika sang mentari mengucap salam perpisahan kepada langit. Rekaan adegan demi adegan (layaknya kaset usang), secara pasti berputar.. dan dimainkan tanpa pernah kuminta. Suara teriakan, tangisan, serta gema amarah, sukses membuat malam-malamku menjadi 'ramai' tak kesat mata. Para tokoh yang bermain dalam adegan 'itu' selalu memainkan perannya dengan sangat professional. Lengan mereka yang panjang melingkari tubuhku, dan membekap bibirku teramat kuat. Membuat diriku sesak, dan kesulitan bernafas di tengah sejuknya angin malam. Terkadang, mereka juga membisikkan 'mantra' yang dapat membuat ke-dua mataku terjaga. "TOLONG AKU!" teriak ku sekencang-kencangnya. Tapi anehnya, tak ada satupun orang yang dapat mendengar suara teriakan itu. Peluh mulai membasahi sekujur tubuhku. Rasa takut, gelisah, mulai melingkupi isi kepalaku. Aku hanya bisa menangis, dan menangis dalam lelap sampai... Tuhan mengirimkan sang fajar datang, menyelamatkan ku. ****** Disamping menyelamatkan, Tuhan juga suka dalam memberi 'kejutan'. Dengan satu kali jentikan takdir-Nya, semua siksaan 'itu' berubah sejak aku dipertemukan dengan 'dia'. Pertanyaannya adalah..... Apakah 'dia' dapat menarikku dari jeratan keramaian? Atau malah ikut menjadi tokoh baru di dalam reka adegan malam ku yang panjang? ****** Note : hanya orang amatir yang coba menuangkan imajinasi ke dalam sebuah tulisan. • Warning ⚠️ *Ada beberapa part yang mengandung unsur KEKERASAN dan kata-kata KASAR. Jadi bijaklah dalam memilih bacaan *Dilarang keras MENJIPLAK karya tulisan ini. • Update setiap hari Sabtu✨ (Apabila tidak ada kendala) • Happy reading ❤️ ****** ©Cover by : me -Start from : Maret 2021-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Langit Malam
  • Full Of Scratches
  • Rintik Hujan
  • Kalaya [END]
  • Memories in Moon
  • Antara Cinta dan Lara
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines