Messed
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 25, 2021
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa manusia itu lebih peka terhadap kesalahan daripada kebenaran dan kebaikan, memori kita bisa menyimpan satu kesalahan selama 40 tahun bahkan lebih, tapi bisa melupakan kebaikan hanya dalam waktu 4 hari. Diusir oleh orang tuanya karna mereka malu mempunyai anak yang menghamili perempuan di luar nikah, kini Dudung, yang sedari kecil selalu menuruti segala keegoisan dan tuntutan orang tuanya, dan hanya bisa berlindung di bawah hidung orang tuanya tanpa dibekali kemampuan untuk survive sendirian, kini tengah kebingungan menghadapi segala masalah yang terus datang bertubi-tubi, teman-temannya menjauhi karna pengaruh stigma, Dudung memang salah, Demi Tuhan Dudung mengaku salah dan sangat menyesal, tapi apakah satu kesalahannya ini sangat tidak bisa dimaafkan sampai seluruh dunia seakan memusuhinya? BASED ON TRUE STORY. Sudah meminta izin kepada yang bersangkutan untuk mengangkat kisah hidupnya yang ribet itu menjadi tulisan, tentunya sudah dibumbui supaya lebih menarik dan dramatis. Disclaimer: Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung ataupun mendiskreditkan suatu ajaran atau kelompok, semua yang di tulis di sini garis besarnya berdasarkan kisah nyata seseorang, mohon untuk bijak dalam pengambilan kesimpulan yang terkandung di dalamnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Kedua (END)
  • Garis Takdir Bad Girl
  • TOUCHED (End)
  • Perfect Duda [Season 2]
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • IKHBAR
  • BALADA KEHIDUPAN
  • TERASINGKAN
  • ALEYA~~

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines