Pesona Pak Ketua

Pesona Pak Ketua

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 8, 2021
"Bee pengen seblak" "Bee pengen jalan kesana" "Bee mau dijemput" Suara gadis mungil itu masih saja bersemayam di dalam pikiran abian, seakan ia memang tidak ditakdirkan untuk membuka hati bagi wanita manapun. Ia begitu rindu akan sang gadis, namun tak tahu di mana gadis mungilnya itu berada. Tapi ia yakin bahwa gadisnya akan tetap baik-baik saja sampai Abian berhasil membawanya pulang ke dalam dekapannya. Tatapannya yang teduh selalu mengingatkannya pada sang mama, itulah mengapa salah satu alasan Abian tak pernah marah ataupun membentak Aruna. Karena kalau sampai Abian membentaknnya sama saja ia menyakiti sang mama. "Percayalah padaku Aruna, bahwa akan selalu ada pelangi setelah hujan. Dan akan selalu ada badai setelah petir hitam menyambar"
All Rights Reserved
#257
bem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • ALRIN
  • coward
  • Our Baby
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • Xless Marriage
  • Patah di titik terendah
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines