Asa Dalam Duka (On Going)

Asa Dalam Duka (On Going)

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 6, 2021
"Aku khilaf, Mira ...," lirih Abi dengan mata berkaca-kaca. Dia mencoba meraih tanganku, tapi secepat mungkin aku menepisnya. "Bilang kalau semua ini bohong, Mas! Bilang kalau kamu gak selingkuh! Bilang, Mas!" teriakku sambil memukul dada Abi dengan keras. Menyalurkan segala sesak, kecewa, dan amarah yang begitu dalam dihatiku. "Aku khilaf, Sayang ...." gerakan tanganku berhenti. Aku mundur dengan langkah gontai. Menatap suamiku dengan kekecewaan yang tak bisa kujelaskan. "Seandainya kamu katakan 'tidak', Mas! Seandainya kamu berbohong dengan mengatakan 'tidak', aku pasti akan percaya, Mas!" teriakku dengan air mata yang terus mengalir. Mataku masih terus menatapnya tajam dan penuh dengan kekecewaan yang begitu dalam. Sakit. Bahkan, rasanya sangat-sangat sakit. Seandainya aku tak menikah diusia muda, seandainya aku tak menerima pinangannya, seandainya aku ... Ah, semuanya hanya tinggal kata 'seandainya'. Bukankah kata seandainya tak bisa disalahkan? Lalu, siapa yang pantas aku salahkan? Takdir? Aku menikah muda. Jangan kalian kira aku menikah muda karena hamil diluar nikah. Tidak, bukan itu sebabnya. Namun, karena aku dan Abi memang saling mencintai. Kini aku baru sadar, mencintai saja tak bisa mempertahankan hubungan jika ego masih saja didahulukan. ***
All Rights Reserved
#941
kecewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • My Sweet heart
  • FAITH: My Second Marriage (Buku Ready)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • JODOH salah ngomong
  • Kami yang Berdosa
  • Rendra & Lila [END]

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines