Dunia Maya

Dunia Maya

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 29, 2021
WpInfo
Fanfic
Fairy Tail
Tentang si bungsu yang baru saja lulus SMA dan akan melanjutkankan pendidikannya. Tentang gadis yang berusaha menjadi dewasa ditengah-tengah keluarganya yang selalu memanjakannya. Dan tentang cinta pertama si mahasiswa baru kepada kakak tingkatnya yang ia temui di room zoom. "Menua itu pasti, tapi berpikir dewasa itu pilihan. Yah tergantung orang itu, mau melangkah atau jalan ditempat dizona nyamannya. Orang tuaku sudah mengusahakan yang terbaik untukku, dan aku harus bisa membalasnya dengan membanggakannya" Dwi Maya Pangestu "Belum punya pacar dek?" Tanya Adit yang sedang mengintip dari balik pintu kamar adiknya. Ia melihat adiknya memainkan ponsel sambil tertawa. "Apaansih kak, belum boleh pacaran. Belum juga bahagian ayah bunda" jawab Maya terbangun dari tidurnya melempar hpya kekasurnya. "Gapapa kok, sebagai hiburan juga. Sekalian menyemangat juga kan. Lagian bunda sama ayah ngga pernah ngelarang kok, yang penting tau batasan aja. Jangan belajar mulu ntar stress" ucap Adit yang melangkah masuk ke kamar Maya "Sok bijak, ngaca napa masih jomblo juga" ledek Maya berlari keluar kamar. "SIALAN" umpat Adit SELAMAT DATANG DICERITA AKU SEMOGA SUKA YAH JANGAN LUPA FOLLOW AKU DULU KOMENT KALO ADA TYPO DAN VOTE TENTUNYA
All Rights Reserved
#166
virtual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ardi & Ara [End]
  • Bayi Dosenku 2
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Putih & Abu-abu
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • JEVIN AERA
  • LIFELINE [End]

Seharusnya hari itu Ara mengecek notifikasi kelasnya. Seharusnya Ara tahu akan sikap dosennya yang suka telat masuk. Masih banyak seharusnya yang Ara sesali. Dan yang paling penting, seharusnya Ara lebih berhati-hati agar tak menyerempet mobil mewah milik Ardi. Buntut dari kecerobohan Ara mengantarnya menjadi babu Ardi selama satu semester berlangsung. Dan Ara tahu ini keputusan besar paling bodoh yang pernah ia buat. *** "Ra, gue sakit," ucap Ardi serak diujung sana. Ara mengernyitkan dahi bingung. "Hubungannya sama gue apa?" "Gue sakit bego," ucap Ardi kesal. "Kerumah gue." "Enak aja nyuruh-nyuruh," bantah Ara. "Lo itu-" "Babu," balas Ara kesal. "Gue kesana." Tut. Panggilan terputus secara sepihak. Ara menutup telepon dan berdecak kesal. Ia memilih untuk bersiap-siap menuju apartemen Ardi. Bisa ngamuk majikannya itu jika ia tidak datang. *** Januari 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines