Surat Terakhir

Surat Terakhir

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 7, 2021
WpInfo
Fiction
Historical
"Jangan khawatir, aku akan berada disisimu selamanya" ... "Kita akan sukses bersama" ... "Kita sudah ditakdirkan untuk menjadi sahabat selamanya. Jadi jangan khawatir aku tidak akan meninggalkanmu" ... "Mengapa semua itu berlalu dengan begitu cepat?" Nova berbisik pada hening sepi. "Mungkin sejak awal aku memang sudah tidak ada di dunia ini" jawabnya di dalam hati. Ingin rasanya menyalahkan takdir, tapi tidak bisa. Ingin rasanya mengulang waktu, tapi tidak mungkin.
All Rights Reserved
#79
keputusasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sakit 'Jiwa' (End)
  • The Light I Found in You on the Bridge | ENDβœ”οΈ
  • Dear Nana
  • ARGALAND
  • DINI HARI GALIH βœ”οΈ
  • Luka Yang Tak Bisa Bicara
  • Altruisme
  • SIMETRI
  • their story

Hinaan 'sakit jiwa' tak pernah asing terdengar di telinga Jiandra. Terlebih, perkataan tersebut selalu terlontar dari mulut ibu kandungnya. Bukan tanpa sebab hinaan tersebut diutarakan, karena Liliana Devika-sang ibu dari Jiandra, menyimpan jejak masa lalu terburuk yang pernah ia lalui sendiri. Paksaan terhadap ikhlas, puncak amarah, kebencian dan rasa lelah menyatu dalam kisah ini. Jika tertarik, baca saja. Tetapi, jika sebaliknya, tinggalkan saja akun ini tanpa meninggalkan jejak kebencian. [BELUM DIREVISI!] ❗DILARANG PLAGIAT❗ πŸ“Œ Cerita ini murni hasil pemikiran author sendiri, jika ada kesamaan dari berbagai latar, nama tokoh, alur dan sebagainya adalah murni ketidaksengajaan. Cover by: Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines