OLIVIA
  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
[Kisah olivia & gibran] Olivia khasandra seorang bad girl sekolah, yang sangat ekspresif dan sangat to the point tidak suka basa basi, walaupun terkenal dengan julukan bad girl, tetap saja otaknya tidak dibawah rata rata. Suatu hari ia tidak sengaja melihat seorang laki-laki yang sedang bermain basket dilapangan. Ia memperhatikan laki-laki itu selagi memantulkan bola basketnya, siapa sangka dengan sekejap laki laki itu membuatnya tertarik, lalu tanpa basa-basi Olivia langsung menyatakan rasa sukanya. "gue suka sama lo ayo jadi pacar gue " "gak" Tidak sesuai dengan harapannya, laki laki tersebut malah menolaknya, sejak kejadian saat itu olivia tetap tidak menyerah. Ia masih saja mengejar laki laki tersebut sampai mendapatkan hatinya, walaupun ditolak setiap ia menyatakan perasaannya. Akankah laki laki tersebut luluh ? Atau laki laki tersebut akan tetap tidak akan membalas perasannya? Dari cuek ke cair Dari cair ke rasa Dari olivia untuk gibran
All Rights Reserved
#373
gibran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines