BATASAN
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 5, 2021
Kisah pilu seorang bocah tanpa bintang yang berjuang untuk menepi dari genangan darah yang anker. Sakit yang nyata adalah sakit yang tak bisa terucap. Tidak ada alternatif lain untuk berucap. Tulisan lah yang menjadi sarana. Aku adalah sang serana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MARI TELANJANGI SEMUA LUKA
  • Anak Tunggal dan Lukanya - Edisi 1
  • NESTAPA [On Going]
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]

Kita sama-sama lelah membungkus mata dengan langit senja dari negeri khayalan. Bibir kita sama-sama muak mencecap permen kapas yang telah basi. Aku, kamu. Mari kita telanjangi sakitnya. Sampai hati dan tubuh kita mampus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines