Adolescene: Haya Helia [Complete]

Adolescene: Haya Helia [Complete]

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Romantic Comedy
Happy Ending
"Takdir hanya potongan kecil yang terjadi di masa lalu." Apa tak mempunyai teman dan selalu sendirian adalah bagian dari takdir yang diciptakan? Jika begitu, apa benar Haya Helia akan selalu sendirian dan kesepian? Jika sendirian dan kesepian hanya dipisahkan oleh benang tipis, apa tak masalah jika Haya berharap seseorang memotongnya? Namun, kenyataan lebih menampar dari apa yang diharapkan. Tak ada yang akan mengulurkan tangan, tak ada yang meminjamkan bahu untuk bersandar, dan tak ada yang akan menyiapkan telinga untuk mendengar segala keluhnya. Tak akan ada Haya, jangan berharap pada mereka. Tak apa, semua pasti baik-baik saja. ][ Adolescene: Haya Helia by ismimd_ [15+] ©2021 ][ Maret-Juni
All Rights Reserved
#36
beban
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Jollie's Joy
  • TAKDIR HAYA | SEGERA TERBIT
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • ABOUT LIFE
  • LUKA LILY {Revisi}
  • Serendipity

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines