HARIS
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
"Syane " Aku menghentikan langkahku ketika suara Haris memanggilku. " kamu mau kemana? " tanyanya "aku mau Keperpus,! " jawabku cuek aku melangkah pergi, tidak berniat dengan tanggapan Haris selanjutnya. Saat baru saja Aku di depan kelas ia menghentikan langkahku, ia menarik pergelangan tanganku. "hey, " ujarnya. "lepas, " tukasku. Aku mencoba melepaskan gengaman tangannya. " kamu marah ?" tanyanya nadanya khawatir. "apa yang sedang kamu pikirkan ?, kenapa aku harus marah. lagian perasaan marah atau kecewa sekalipun kamu gak akan pernah peduli dan kenapa kamu harus peduli? " cecarku kecewa. Haris diam. Aku pergi dengan dia yang masih berdiri menatap langkahku menuju perpus.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa
  • Perfect Duet
  • " To Love ,To Lose "
  • JAUH DARI CINTA (MEWGULF STORY)
  • My Summer Love
  • Amor Almira
  • Crush
  • Zenna Story
  • Mamahku Guruku
Soal Rasa

Perjuangan yang begitu besar pada seseorang, membuatku menjadi buta akan cinta yang ku berikan padanya. Aku Jezynda Elvira Vicenza, mari ikuti kisah ku bersama dengan Neva Yunezza. *** "Ini semua karena kamu Revi, seandainya kamu tidak menyuruhku untuk mengikuti rencana kotor mu itu. Mungkin aku tidak akan menyakitinya" "Hahahaha, Nev. Kita sama-sama menikmati itu, aku mendapatkan uang terus menerus dari kamu. Lalu kamu dipenuhi semua kebutuhan olehnya. Ayah kamu bahkan memiliki pekerjaan lagi sayang. Dan kamu bisa kembali berkuliah" "Jadi kalian merencanakan ini?" Aku mengalihkan pandanganku pada orang itu, bagaimana dia bisa di sini. Kulihat kiri dan kanan, aku tersadar bahwa aku berada di depan kantornya. "Jel, aku bisa jelaskan" "Cukup. Aku tidak mendengar apapun dari kamu dan dia. Mulai detik ini tolong jangan muncul di hadapan ku" "Jel, ini tidak... "Aku bilang cukup, sudah cukup Neva. Aku menyesal mengenalmu, aku menyesal menganggap mu temanku. Bahkan aku menyesal telah memberikan hatiku padamu, serta menyesal mencintai wanita seperti dirimu. Aku benci kamu dan semua tentangmu. Pergi dari hidupku bersama pacarmu ini dan jangan pernah kembali" Mendengar perkataan Jelza, membuat hatiku semakin teriris. Aku belum siap menerima kenyataan ini. Apa ini karma karena selama ini aku menyakitinya? *** Apakah Jelza akan membalas dendam pada Neva? Atau rasa bencinya akan tertutup oleh rasa cintanya pada Nev? *** *Cerita ini khusus buat gxg Kalau yang homophobic boleh diskip saja. terimakasih

More details
WpActionLinkContent Guidelines