HARIS
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
First Love
Happy Ending
"Syane " Aku menghentikan langkahku ketika suara Haris memanggilku. " kamu mau kemana? " tanyanya "aku mau Keperpus,! " jawabku cuek aku melangkah pergi, tidak berniat dengan tanggapan Haris selanjutnya. Saat baru saja Aku di depan kelas ia menghentikan langkahku, ia menarik pergelangan tanganku. "hey, " ujarnya. "lepas, " tukasku. Aku mencoba melepaskan gengaman tangannya. " kamu marah ?" tanyanya nadanya khawatir. "apa yang sedang kamu pikirkan ?, kenapa aku harus marah. lagian perasaan marah atau kecewa sekalipun kamu gak akan pernah peduli dan kenapa kamu harus peduli? " cecarku kecewa. Haris diam. Aku pergi dengan dia yang masih berdiri menatap langkahku menuju perpus.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Amor Almira
  • Soal Rasa 2
  • Mamahku Guruku
  • Perfect Duet
  • " To Love ,To Lose "
  • Arkana [COMPLETED]✔️
  • My Summer Love

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines