When I Married A Man

When I Married A Man

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 1, 2021
Atlas Altair, mengaku sebagai Pangeran Penyelamat Tuan Putri. Setelah bertahun-tahun gagal membina hubungan, sang Ibu menjodohkannya dengan gadis kecil yang sekarang sudah tumbuh dewasa. Dalam tatapan pertamanya, Atlas sudah tau kalau itu adalah dia. Namun sepertinya gadis itu tak mengenalnya. Dia lupa akan sang Pangeran yang dulu menyelamatkannya. Ascella Aquilae, gadis yang selalu bersembunyi dibalik ketiak Theodore, tiba-tiba di paksa keluar dari zonanya karena kabar perjodohannya dengan seorang yang bahkan tak dikenalnya. Padahal usianya baru menginjak 18th. Ia yang tak tau apapun, tentu tak setuju. Apalagi jika harus dijodohkan dengan seorang om-om yang bahkan perbedaan usia keduanya sejauh 12 tahun. "Apaan?! Masa aku dijodohin sama om-om sih??! Gak mau!!" Sedangkan disisi lain, Theodoric hanya dapat meratapi penyesalannya sebab terlambat menyadari perasaannya sendiri. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka? Siapa yang pada akhirnya Ascella pilih? Pangeran kutub utara yang selalu dingin? Atau Pangeran kutub selatan yang selalu mencair? Bagaimanapun keduanya, mereka tetaplah Pangeran-pangeran pelindungnya. Bukan 'kah begitu? PERINGATAN! : DILARANG JATUH CINTA PADA SUAMI ORANG!!
All Rights Reserved
#788
dijodohin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • ALEXON [END]
  • JODOH salah ngomong
  • Kutub Selatan vs Tornado :  AltAra [TAMAT]
  • Way To You (END)
  • Nathaniel K. [END]
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • perfect house
  • Bos galak perjodohan ceo

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines