Makcomblang Kesepian

Makcomblang Kesepian

  • WpView
    LECTURAS 117
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 28, 2018
Huaa, karena pernah membantu salah satu temanku bisa berpacaran dengan sahabatku, sekarang aku di kenal sebagai makcomblang di kalangan temannya-temannya. Dan yang meminta bantuanku kebanyakan cowok! Karena teman satu jurusanku tidak tahu tentang hal ini -aku tidak mau tambah repot kalau mereka tahu, tambah job pastinya- aku dianggap punya teman banyak pria. Yah, karena banyak juga cowok keren (baca: tapi gagu kalau urusan sama cinta) yang tiba-tiba mendatangiku dan langsung menyeretku untuk meminta bantuanku. Tapi, teman satu jurusanku menganggap aku itu tomboy jadi bisa kenal dengan banyak pria. Hehehe. Ya daripada mereka mikir yang tidak-tidak. Anehnya, setelah mendekatkan beberapa pasangan, aku belum juga mendapat pasangan.. Mungkin ini bukan masaku untuk jatuh cinta, tapi masaku untuk menyembuhkan lukaku, dan untuk membuat orang-orang disekitarku bahagia!
Todos los derechos reservados
#91
makcomblang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ALVIN (On Going)
  • Perjalanan Cinta : Hany & Tomy
  • The Annoying BOYS (COMPLETED)
  • Jenar (Gay)
  • my story
  • My Duchess / End
  • Pretty Careless
  • Di Masa Putih Abu - Abu
  • Happier Than Ever [COMPLETED]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido