Old Promise

Old Promise

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Blurb : Katanya, apa yang kita ucapkan ketika masa kecil dulu adalah takdir yang akan kita jalani. Jika benar, berarti janji yang diucapkan Muzayah pada Raka akan menjadi nyata. Sebuah janji untuk menikah ketika mereka sudah dewasa. Namun, sepertinya Muzayah melupakan janjinya ketika dia bertemu dengan Anhar, ketua lembaga dakwah di kampusnya. Lalu bagaimana jika ternyata takdir menuliskan bahwa Muzayab harus menepati janjinya lewat perjodohan? Akankah Muzayah menepatinya, atau memilih membatalkan janji itu?
All Rights Reserved
#785
heart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • ZA&RA
  • Assalamualaikum Jodoh
  • Jodohku Maunya Kamu
  • Mungkinkah DIA Untukku {SELESAI}
  • Nikah Dadakan [Mager Ngelanjutin]
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • THE SECRET LOVE

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines