BIRU NADA.

BIRU NADA.

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 3, 2021
Omong kosong itu sifat asli manusia Kekosongan, ilusi imajiner, bukan manusia, malah terlihat seperti monster. Berharap akan kehidupan yang tidak setara. Mahakarya tanpa bakat bukankah itu seperti sesuatu yang luar biasa?. Kurangnya kepribadian pada sesuatu yang setara. Hanya mengikuti ingatan karena aku tidak memiliki tempat untuk tinggal. ~~~~~~~~~ Aku membenci sesuatu yang menyenangkan. Aku membenci orang yang membentuk kelompok teman. Karena aku merasa diasingkan. Aku juga benci waktu istirahat. Karena itu memperjelas fakta, Bahwa aku sedang dijauhi oleh semua orang. Aku juga membenci guru, Karena mereka selalu mementingkan kerja kelompok. Dan karena kita selalu diasingkan, Kita sangat membenci acara sekolah. Kalau di pikir-pikir kembali, Tak ada hal yang kita suka. Aku, tak dibutuhkan siapapun kan?. Apa aku boleh mati?. ~~~~~~~ P.S : Ini adalah cerita murni dari imajinasi sang penulis. Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Diharapkan yang membaca jangan meng-copy paste.
All Rights Reserved
#547
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Welcome to the Story
  • Jejak Waktu [Complete]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • kiara's dream
  • Senja
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • No Longer Mate
  •  Empathy (On-Going)
  • The Special Class

"Lahh, ini gue di manaa???" Bagaimana rasanya jika saat bangun dari tidur, kalian malah mendapati kenyataan bahwa kalian tidak sedang berada di kamar tidur, melainkan di sebuah bangunan yang menjadi salah satu latar tempat dalam cerita karya kalian sendiri? Bagaimana rasanya, jika kalian berada dalam raga karakter fiksi dalam novel karya kalian sendiri? Itulah yang dirasakan Gistara Kavita, seorang penulis yang selalu menginginkan dirinya masuk ke dalam dunia yang disebut 'dunia fiksi' itu. Gistara tak pernah menyangka, keinginannya yang tergolong mustahil itu dapat dirasakannya saat suatu ketika ia terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada dalam bangunan sebuah sekolah yang tak asing baginya. Terlebih saat ia bertatap muka langsung dengan Ezio Kivandra, karakter utama dalam novel karyanya. Lantas, bagaimana Gistara menghadapi konflik yang ia ciptakan dalam novelnya sendiri? Bagaimana pula kisahnya dengan sang karakter utama yang selama ini menjadi kesayangannya? "Aku sayang kamu, Ta." "Tapi kita nggak akan mungkin bisa bersama, Zio." *** Yukk, follow akun penulisnya sebelum membaca-!! Jangan seperti hantu yang tak berjejak, ayo tinggalkan jejak kalian dengan spam komen dan vote pada tiap babnyaaa-!! Dilarang keras untuk plagiatt-!!! *** #59 'Rumah' (21/03/25)

More details
WpActionLinkContent Guidelines