Om Pian I Love You

Om Pian I Love You

  • WpView
    Reads 3,033
  • WpVote
    Votes 428
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sekuel Halal-in dong Pak "Pokoknya Nara mau nikah sama om Pian, titik nggak ada koma" "Kamu jangan bercanda Nara" "Yang bercanda siapa? Nara bener bener mau nikah sama Om!" "Sadar Ra usia kita terpaut jauh, jadi mending kamu cari aja cowok yang seumuran sama kamu" "Nggak mau" "Kenapa?!"tanya frustasi seorang Alvian "Aku tuh yakin, dari aku lahir kalo aku itu jodohnya om Pian" "Keyakinan kamu itu sama sekali nggak mendasar" "Nggak mendasar ya?" "Dulu waktu bayi Om sendiri kan yang mau nikahin aku?" Ujar Nara yang membuat seorang Alvian melongo "Tau dari mana kamu?" "Ya tau dong, pokoknya Om harus tanggung jawab nikahin aku!" "Tapi dulu saya cuma bercanda Ra, nggak ada niatan sama sekali buat nikahin kamu beneran" "Bodo amat yang penting aku minta dinikahin, titik"
All Rights Reserved
#76
öm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • my young wife✔
  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Where's Home
  • GILANG ABRAHAM
  • MAUREN (On Going)

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines