Patahan Juang

Patahan Juang

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 20, 2021
Tentang serpihan-serpihan kegagalan yang pada akhirnya mengantarmu sampai ke tujuan. Di sebagian kisah hidupmu, akan ada satu fase yang membuatmu merasakan jatuh, lalu bertumbuh. Pernah berjuang dengan sangat apik lalu kemudian dipatahkan oleh kenyataan. Mencoba bangkit lalu patah lagi, terulang hingga berkali-kali. Sebagai tokoh utama dari skenario yang dipilihkan Tuhan, bersabar dan terus belajar adalah sebaik-baik peran. Hi, semoga tulisan ini bisa menenangkanmu. Menjadi teman dalam juangmu, menjadi penguat kala rapuhmu dan menjadi saksi atas kemenanganmu. Selamat membaca 😊 Oiya, bantu saya merevisi tulisan ini sebelum terbit yaa. Jangan sungkan untuk meninggalkan jejak di kolom komentar. Terima kasih.
All Rights Reserved
#47
thought
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Okay, Kamu Normal !
  • UNREQUITED LOVE
  • Langkah yang Tak Sia-Sia
  • 𝐶𝑎𝑛'𝑡 𝐵𝑒 𝐴𝑙𝑜𝑛𝑒 ||𝑺𝑬𝑳𝑬𝑺𝑨𝑰||
  • Sembuh; Tentang Sakit Yang Telah Sembuh [END]
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Hijrahku berujung Pernikahan
  • Kamu Milikku

Banyak orang datang dan pergi tanpa alasan, sekalinya ada hanya seperti bayangan. Memang dalam menjalani proses kehidupan terkadang terasa berat dan melelahkan. Jadi tetap semangat ya untuk menggapai kebahagian. Sering kali suara ini dibungkam, segala usaha tidak dihargai dan telinga merasakan sakit karena suara-suara yang cukup berisik. Lalu esokan harinya semua dibanding-bandingkan seolah apapun yang dijalani salah sehingga terpaksa wajah ini memakai topeng kepalsuan lalu bergerak seperti wayang. Apakah harus diam melihat keasingan antara jiwa dan raga ini ? Apakah salah jika menjadi diri sendiri ? "Tuhan, kapan kebahagian datang kepadaku? Mereka sudah lari jauh didepan sedangkan diri ini masih pada tempatnya". Memang tanpa harapan hidup terasa hampa sedangkan kesabaran dan bersyukur merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Bukankah hanya Maha penciptalah yang bisa membantumu. Jadi apakah semua ini normal? Apakah hanya diriku saja yang merasakannya? Lalu bagaimana aku harus bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines