XAVIER (END)

XAVIER (END)

  • WpView
    Membaca 146,978
  • WpVote
    Vote 5,402
  • WpPart
    Bab 42
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Nov 1, 2025
Kecelakaan 7 bulan lalu membuat gadis cantik itu terbaring di kasur dengan mata tertutup sepanjang hari juga bunyi monitor sesekali menjadi alunan musik terfavorit Zaskya Tak lupa janin yang semakin hari semakin membesar didalam rahim 'putri tidur' itu "Zas bangun gua pengen pijet tengkuk lo kalo mual mual, gua pengen nurutin semua nyidam lo yg aneh aneh pastinya, gua pengen pijetin kaki lo kalo lo pegel jalan sambil bawa perut gede, gua pingin ngelus perut lo setiap malem. Gua--pengen lo bangun, Zas" 'Setiap nafas ini berhembus karena detak mu, detik ini juga ku lewati karena ada kamu, tiap tetes keringat ku juga untuk kamu, malam-malam penuh keluh juga karena merindukan kamu lalu kenapa hati itu begitu keras untuk sekedar menoleh' "Mencintai manusia adalah seni paling sederhana untuk menderita" -Xavier "Ikhlasin aku ya Zas, aku cuman ingin tidur menjadi telinga terbaik di bibirmu" -Lev "Mengenang mu adalah cara menikmati luka paling manis" -Zas (18+) harap kebijakannya dalam menanggapi. Terimakasih
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#119
hamilmuda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [END] Blind Rainbow
  • SOLITUDES
  • ARION [END]
  • Husband In Second Life ✓
  • Summer we Meet
  • "Singgah"
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • dimana janji tersebut
  • Arsyilazka

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan