KUANTAR KAU KE PINTU SURGA

KUANTAR KAU KE PINTU SURGA

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 6, 2021
Pruistin Amalia, mengalami cobaan yang sama, dua kali ditinggal suaminya meninggal dan dua kali pula mengalami goncangan yang merampas kehidupannya.. Pru, merubah hidupnya dari baik menjadi lebih baik, namun ketika musibah datang dua kali, Pru merubah dirinya menjadi jauh tidak baik, melepas jilbabnya dan hidupnya menjadi kacau balau Pru, jatuh dalan lingkaran prasangka pada Tuhan atas semua musibahnya.. Lalu datanglah seseorang yang kali ini, mungkin dapat mengembalikan Pru, pada jalur baiknya, apakah seseorang ini mampu atau malah makin memperparah hidupnya, karena anaknya terenggut di tepian jurang kematian....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suratan Takdir (SELESAI)
  • SWEET & SALTY (END)
  • Kesempatan Kedua
  • Girl's
  • Second Life of Catherine Beatrice Ruzian (End)
  • Ranup Lampuan ( ID)
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)
  • Surat tak berbalas

"Diambang kebingungan, memilih antara Ayahku atau kamu pujaan hatiku. " Khairunnisa Amalia adalah gadis belia yang cantik, tetapi manja. Dia sering dirundung oleh teman-temannya. Dia dinikahi Ali-guru muda yang masih menginjak usia 20 tahun. Lebih tepatnya nama laki-laki tersebut adalah Ali Habibi Safwan. Suatu kejadian tiba-tiba merubah sikap Ali menjadi tidak sama lagi. Sehingga Annisa dihadapkan oleh pilihan, yaitu memilih antara ayahnya atau Ali. Sebenarnya, apa alasan Ali menikahi gadis seperti Annisa? Kenapa Ali berubah? Dan siapakah yang akan Annisa pilih? ------------------- Menggoda keduanya apalagi dari pihak sang bunda yang sangat ramah. Bahkan, mereka pun sangat mendukung Annisa menikah muda dengan Ali. Karena kenaikan orang tuanya dulu. "Baolehkan saya menge... cup kamu? " tanyanya dengan kalimat tertahan. Annisa terdiam. "Emangnya kalau udah nikah dan sah boleh kecup-kecupan ya, Pak? Bukannya, bukan mahrom? " Ia bertanya dengan wajah lugu. Bunda Syalum yang menjadi nyamuk lagi-lagi dibuat malu oleh anaknya. "Boleh dong, Sayang..., " gemasnya. Ali hanya memegang kepalanya sambil terkekeh gemas. Annisa menunduk malu. "Ya-ya udah, " katanya dengan suara tertahan. Ali mendekatkan wajahnya ke kening Annisa. "Ekh, Pak Ali, tapi jangan lama-lama ya, malu..." Ali mengangguk, lalu mengecup kening Annisa lama. Annisa memejamkan mata, menikmati sensasi aneh yang menjalar disekujur tubuhnya. Bunda Syalum sudah ngacir dan digantikan dengan sorakan godaan. Ali melepaskan kecupannya setelah mendengar godaan yang semakin menjadi-jadi. Annisa yang malu langsung memeluk tubuh Pak Suami. Wajah meronanya hanya bisa dilihat oleh Ali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines