The Kurirsus

The Kurirsus

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 1, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ah fak, tapi semoga hal yang demekian itu tak terulang lagi. Kenapa? karna itu seperti memposisikan diriku sebagai budak cinta. Dimana hampir sepenuhnya logikaku terjajah. itu buruk sekali. Dan sebuah kebodohan yang lebih parah ketimbang tidak tau menahu soal arah mata angin. Tapi, tahun demi tahun telah berlalu. Jadi jarak waktu dengan kebodohanku yang dulu sudahlah jauh. Aku sudah lumayan berbeda. Meski terkadang ada titik dimana pikiranku nge-down tapi akan segera melangkah kembali pada jiwa kesatriaku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#29
kurir
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Grey Of SAKARUNA
  • Dalam Diam (Sudah Tamat)
  • My Beloved Brother |tamat|
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Aku, Kamu & Jarak
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • ONE MORE
  • I Hate You Or Love You?

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan