Dya
  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 6, 2021
"Apa kau masih ingin berteduh di payungku? Atau kau mungkin akan mencari payung baru yang lebih bagus?". Ungkap lelaki itu ketika aku baru saja menginjak kaki di bangunan itu. Lalu, aku menjawab, " Lebih baik kita berhujan bersama, merasakan dingin yang menusuk tulang daripada aku teduh dan sebagian pakaian mu basah oleh percikan air". Dan kemudian senyum lelaki itu merekah, menampakkan dua gigi gingsulnya yang membuat manis sekali ciptaan Tuhan yang satu itu. Iya, dia adalah lelaki dari kalangan orang-orang atas yang sekarang aku mengangumi nya, dekat dengannya, berharap bahagia bersama walau aku tau aku jauh dari kata pantas. Ya! Namanya adalah Alfa Dejune Thaha
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE)
  • The Girl Who Made Me Sujud
  • You Are The First
  • couple till jannah
  • Tasawuf Cinta
  • ZA&RA
  • ALESYA (END)
  • Tahajjud Cinta [END]
  • 𝐙𝐈𝐍𝐍𝐈𝐀

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines